RI Juara Olimpiade Matematika di India

Indonesia Juara Umum Olimpiade Matematika Internasional di India 
Tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM) berhasil meraih nilai tertinggi, sehingga meraih gelar juara umum) untuk level junior dalam ajang The Fourth International Young Mathematics di India yang berlangsung 2-5 Desember 2010.

Tim KPM meraih medali emas untuk relay round contest, medali emas untuk Tim Contest, medali perak untuk Mathematical Fair, sedangkan untuk individu tim KPM memperoleh 1 emas atas nama Alyssa Diva Mustika (SMAN 1 Pamekasan) dan 1 perak atas nama Nora Nisrina Bafadal (SMAN 1 Bogor).

"Berkat nilai dari tim itu, ketika dibandingkan dengan tim dari negara lain tim dari KPM meraih nilai tertinggi sehingga meraih Champion (Juara Umum) untuk Level Junior," kata ketua delegasi tim KPM Indonesia Ridwan Hasan Saputra dalam keterangan persnya, Senin (6/12).

KPM sendiri mengirimkan 1 tim yang terdiri dari 1 orang ketua tim, 1 orang wakil ketua tim dan 3 orang siswa. Tim ini di pimpin oleh Ridwan Hasan Saputra dengan wakil ketua tim adalah Desy Reswati Nuryatin, sedangkan ketiga orang siswa tersebut adalah Alyssa Diva Mustika (SMAN 1 Pamekasan), Nora Nisrina Bafadal (SMAN 1 Bogor) dan Alyssa Putri Mustika (SMPN 1 Pamekasan).

Lomba ini diikuti oleh 13 negara yang dibagi dalam 66 tim untuk Junior Level dan 50 tim untuk Senior Level. Negara-negara tersebut adalah Rusia, Inggris, Afrika Selatan, Korea, Thailand, Philipina, Iran, Qatar, Nepal, Bhutan, India, Sri Lanka, Indonesia.

Keberangkatan tim ini ke India atas inisiatif dari Klinik Pendidikan MIPA (KPM) setelah mendapat undangan dari panitia IYMC di India. Lomba ini diperuntukkan bagi siswa kelas 9-10 (Junior) dan kelas 11-12 (Senior). KPM mengirimkan tim untuk kelas 9-10 saja karena tujuan mengikuti lomba ini untuk mencari pengalaman bukan untuk target juara. Tujuan ini menjadi prinsip KPM ketika mengirimkan siswa mengikuti lomba matematika internasional, karena KPM menyadari akan keterbatasan yang dimiliki.

"Keterbatasan yang sangat jelas kami rasakan adalah dalam hal persiapan. KPM menyiapkan tim ini hanya dalam waktu 1 minggu," ujar Ridwan.

Ia menjelaskan siswa yang akan berangkat ke India belajar di KPM Bogor. Tempat belajar yang jauh dari kesan mewah karena hanya mereka belajar lesehan. Anak-anak belajar dari pagi sampai sore itu, setelah itu mereka menginap di rumah Nora Nisrina yang kebetulan tinggal di Bogor. Tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM) berhasil meraih nilai tertinggi, sehingga meraih gelar juara umum) untuk level junior dalam ajang The Fourth International Young Mathematics di India yang berlangsung 2-5 Desember 2010.

Tim KPM meraih medali emas untuk relay round contest, medali emas untuk Tim Contest, medali perak untuk Mathematical Fair, sedangkan untuk individu tim KPM memperoleh 1 emas atas nama Alyssa Diva Mustika (SMAN 1 Pamekasan) dan 1 perak atas nama Nora Nisrina Bafadal (SMAN 1 Bogor).

"Berkat nilai dari tim itu, ketika dibandingkan dengan tim dari negara lain tim dari KPM meraih nilai tertinggi sehingga meraih Champion (Juara Umum) untuk Level Junior," kata ketua delegasi tim KPM Indonesia Ridwan Hasan Saputra dalam keterangan persnya, Senin (6/12).

KPM sendiri mengirimkan 1 tim yang terdiri dari 1 orang ketua tim, 1 orang wakil ketua tim dan 3 orang siswa. Tim ini di pimpin oleh Ridwan Hasan Saputra dengan wakil ketua tim adalah Desy Reswati Nuryatin, sedangkan ketiga orang siswa tersebut adalah Alyssa Diva Mustika (SMAN 1 Pamekasan), Nora Nisrina Bafadal (SMAN 1 Bogor) dan Alyssa Putri Mustika (SMPN 1 Pamekasan).

Lomba ini diikuti oleh 13 negara yang dibagi dalam 66 tim untuk Junior Level dan 50 tim untuk Senior Level. Negara-negara tersebut adalah Rusia, Inggris, Afrika Selatan, Korea, Thailand, Philipina, Iran, Qatar, Nepal, Bhutan, India, Sri Lanka, Indonesia.

Keberangkatan tim ini ke India atas inisiatif dari Klinik Pendidikan MIPA (KPM) setelah mendapat undangan dari panitia IYMC di India. Lomba ini diperuntukkan bagi siswa kelas 9-10 (Junior) dan kelas 11-12 (Senior). KPM mengirimkan tim untuk kelas 9-10 saja karena tujuan mengikuti lomba ini untuk mencari pengalaman bukan untuk target juara. Tujuan ini menjadi prinsip KPM ketika mengirimkan siswa mengikuti lomba matematika internasional, karena KPM menyadari akan keterbatasan yang dimiliki.

"Keterbatasan yang sangat jelas kami rasakan adalah dalam hal persiapan. KPM menyiapkan tim ini hanya dalam waktu 1 minggu," ujar Ridwan.

Ia menjelaskan siswa yang akan berangkat ke India belajar di KPM Bogor. Tempat belajar yang jauh dari kesan mewah karena hanya mereka belajar lesehan. Anak-anak belajar dari pagi sampai sore itu, setelah itu mereka menginap di rumah Nora Nisrina yang kebetulan tinggal di Bogor.

Dikutip dan update judul oleh situs  Jelajah IPTEK



Rating: 5

0 komentar: